Minggu, 11 April 2010

24 Maret 2010 12:18
Apa yang ingin kau sampaikan
kegeraman ...
kesedihan ...
kemarahan ...
atau malah sebuah tekad !!

Saat ini, tak usahlah seperti itu ...
kemana keteguhan hati serta sikap & sifat mu dulu ?

Kuminta betul kepadamu ya...., suatu hal :
teteplah bersabar, tetep santun, walau luka telah mengoyak seluruh jiwa dan tubuhmu.
dan biarlah DIA yang mengurus semuanya
20 Maret 2010 10:18
Ya ALLAH,
Nuansa yang seperti gimana ya cara Engkau membuatnya
ga ngerti lagi musti ngomong apa, wong mikir aja kagak nyampe hi hi hi.

Langitmu begitu biru, ada gradasi colour juga defiasi spectrume, bener-bener Maha Karya yang tak tertandingi.

Lantas apa seperti itu ya Allah bentuk keajaiban kerajaan MU ?,
tentunya lebih dahsyat dari ini ...kali ya
Bukankah kata mereka dan di Kitab Mu bahwa kerjaaanmu beralas air dengan disangga 4 malaikatmu karena ga sanggup pikul kebesaran & keagungan MU ya Robb...?
Jadi pengen liat...boleh ga ya Allah
Kata anakku, : 'Ayah..yuk main ke tempat Allah.... kita liat kerajaannya Yuk...'
dalam bathin spontan ayooooo....

Lantas dimalam ini kira kira mereka para penduduk langit Mu,
lagi sibuk apa ya Allah lagi sibuk ? catat amalan kenakalanku ya ...
Diantara mereka ada yang terus sujud, mereka namanya malaikat apa ya Allah ?

Wuallaahhh gede dan luas banget rumah punduduk langit ini.
Ada pohon yang jarak rindang daunnya jauhnya perjalanan antara timur dan barat
Ada sungai yang membelah di bawahnya, yang manisnya seperti madu juga susu
Ada anak anak kecil yang selalu riang bawa bejana emas untuk mereka bagikan bagi para syuhada juga sahabat-sahabat Nabi saw.

Bicara Buku Amalan, jadi inget .....Ya Allah,
kelak bila masanya tiba, titip pesen dan mohon kepada MU
jangan terimakan buku amalan itu dari tangan kiri ku atau belakang punggungku Tapi terimakan dari tangan kanan ku ya ...
karena aku rindu banget untuk bisa menemui MU atau
leluasa melihat segala bentuk kekuasaanmu dan melihat dirimu yang kurindu itu.

Ntar kalo dari tangan kiri karena kebadunganku juga karena tidak ada maaf darimu kan repot kita musti ke neraka dulu (kumohon jangan ya Allah) ga bakal sanggup kulit ari ini tahan panasnya, boro-boro nyicipin panasnya, uapnya saja udah kerasa dengan jarak langit dan bumimu, walaaaahhh..... kasihani diri dan keluargu ya Allah, mereka sayang kepada MU juga aku.

Yang bikin kita serem khan yang seperti ini, siksa paling ringan di Neraka adalah sebagaimana firman MU yaitu diperuntukkan Engkau peruntukkan bagi Abu THolib paman Rasulullah saw, karena belum islamnya beliau yaitu, dimana beliau tinggal paling atas dari Neraka dengan siksa isi kepala yang bergolak (baca : umup gemulutuk) isi otaknya karena saking panasnya. itu saja paling atas banget, gimana yang agak menurun, tengah, bawah atau yang ekstrem neraka Sakar, walaaaah....ogah banget. Kami berlindung atas ini dan mohon kepada Mu ya Allah rahmad dan ridho Mu agar tidak masuk dalam golongan yang seperti ini. amin.

Kita bahas penduduk langit Mu saja ya Allah
Bila Engkau ijinkan nanti tiap Jum'at saya dan keluarga pengen banget bisa denger alunan suara Nabimu Daud saat dan selalu baca kalimat kalam Mu, kata mereka paling merdu dan Engkau sangat menyukainya, upss jadi pengen ya Allah, karuniakanlah sepenggal saja kemampuan Nabi Daud, agar aku bisa ngaji seperti beliau, enak didenger jadi motivasi kita semua sekeluarga, khan dengan begitu mereka juga jadi pada rajin baca al qur'an, tapi sampe saat ini aku masih saja Oon.... ga pinter pinter tajuidnya, gimana ini ya Allah hi hi hi, please....karuniakan itu ya Allah, amin.

Tapi kalo melihat badung ku ini, kira kira gimana ya Allah, bisa ga ya...
Tapi aku juga sangat percaya sebagaimana firman MU, bahwa rahmat dan ridho MU mendahului rasa murka dan marah MU.

Ternyata KAU memang lebih baik, lebih sayang dibanding Ibu dan Bapak ku.
Makasih ya Allah...
Salam untuk para penduduk langit Mu
kuatkan bathin ini untuk bisa terus Sujud dan Taat kepada Mu
bersama qolbu yang Engkau rahmati, amin.
19 Maret 2010 14:37
Kalau dirimu tanya tentang hal itu aku memilih raga tanpa nyawa
Fatamorgana
19 Maret 2010 14:39
Hmm ... Apparently during this step and only one step without a trace. A presence that is sometimes confusing because only the blue despair. When traveling deeper and increasing the age I should be able to act, that they need certainty. I have a lot to do today, one of which is to strengthen the heart, stop thinking he will leave and return to existence itself.
bila tangan & jemari telah terkulai lemah
19 Maret 2010 15:51
Adalah saatnya aku sampaikan kepadamu
moga kau bisa mengingatnya kembali diantara waktu yang kian menipis ini.

De...
Betapa aku ingin menjadikan dirimu sebagai sosok diri yang punya arti, utuh sebagai figur putri yang tepat pada tempatnya dan terhargai.
Sebagai sosok yang mandiri, yang faham betul serta siap akan warna kehidupan.

De..., Telah kuajarkan banyak hal diantara waktu yang pendek ini, semuanya adalah untuk kebaikan dirimu, untuk bangkitkan kepercayaan diri yang pernah terpuruk dan itu dalam sekali.

Kesemuanya ihlas ...,
Karena sayangku kepadamu, adalah tak bertepi.
Kesemuanya kuberikan agar kau mampu bangkit dan yakin benar akan diri dan potensi mu.
Dan ingin kutunjukkan kepada semua mata yang memandangmu, yang mengenalmu bahwa selama ini dirimu tidaklah seperti itu (walao engkau dahulu pernah keliru, oleh beberapa hal karena ketidak tahuanmu dan kau jadikan sebagai pilihanmu).

Hmm...,
Kalaupun selama ini kau anggap aku terlampau riuh masuk dalam dirimu
itu karena sayangku ... dan juga engkau adalah bagian hidupku, mohon maaf atas hal ini.

Bila aku pernah ada didepanmu ...
adalah untuk memimpinmu serta peluk dan lindungi dirimu dari masalah yang akan tiba dan tidak kau tahu, dan biarlah aku yang terluka akan itu.

Bila aku ada disampingmu dan pegang lembut jemarimu ....,
adalah untuk berikan arahan juga bimbingan untuk temani harimu terlebih saat kau suntuk, resah, atau kala haru biru bathinmu dengan seluruh problem hari juga cintamu

Bila aku pernah ada dibelakangmu....
Adalah untuk berikan support pengertian hidup, pekerjaanmu, hal keluargamu atau juga warna cintamu serta masukan upaya pemecahaan suatu masalah yang belum kamu tahu atau tidak kamu tahu solusinya.
Ade...,
Bila semua kini tampak terkikis
Moga engkau masih mau mengingat hal yang pernah kuajarkan kepadamu.
Tentang bicara keterbukan, sikap toleransi, saling memahami, tidak ego, atau sikapi diri yang acuh karena emosi karena galau fikir hati.

Kumohon ya De... Ini untuk kebaikan dirimu
dan sekali maaf tak ada niatan aku menggururi dirimu, karena aku pun masih harus terus belajar dan belajar untuk ini .Kau tahu khan seperti apa buruknya aku, tugasku hanya ingatkan dirimu, itu saja.

Moga saja, engkau masih mau mengingat bagaimana yang kuajarkan kepadamu untuk mau mendengar orang lain, menghargai orang lain dan tidak semena mena karena ketidak cocokkan hasrat hati, tidak mau tahu perasaan orang laen entah itu di kerjaan, lingkungan, teman atau sikap kita kepada keluarga, adik, kakak juga mama tercintamu.

Dan kini Jemari tangan ini telah terkulai lemah dan terikat
tak lagi tahu harus berbuat apa dan bagaimana.
Semoga engkau bisa memahami ini semua, terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb
kikis
19 Maret 2010 15:53
Ketika ketulusan ini tak lagi berarti
ketika keihlasan telah kehilangan essensinya
semua mendadak pudar dan makna pun hilang
ketika senyum beralih menjadi kegetiran juga kepahitan
semuanya mengikis bersama diam
semuanya menjadi bak bintang di langit, banyak tersebar
dan semuanya adalah tanya.
Doa yang begitu banyak kepada Mu...ya.. Robb
19 Maret 2010 15:56

Ya Rabb,
Diantara ketiadaan & kemampuan ini, izinkan hamba memohon kepada MU
upaya ini telah penuh kepada diri dia untuk ajarkan beberapa hal bagi kepentingan laku dan hidupnya, namun kok rasanya tidak bisa berikan hasil yang maksimal.

Ajarkanlah ya Allah secara langsung kepada dirinya
melalui karunia 'hikmah' MU
bukalah qolbunya dan jangan makin KAU tinggalkan, terlebih KAU matikan Qolbunya. amin.

Ajarkan ya Robb
Bahwa kita ini hanya sebagai 'wayang' dan seluruh ketentuan ada pada MU
Bahwa semua telah tersedia rizky & jodohnya masing-masing
Bahwa ampunan MU seluas langit dan bumi
Bahwa rahmat MU lebih dahulu dibanding murka MU
Bahwa diri MU sayangnya melebihi sayang Ibu dan Bapak dia
Bahwa kala kau ajarkan pada seseorang adalah pada pengalaman, untuk ambil hikmahnya

Ajarkan ya Robb
bahwa kita manusia adalah saling berbagai, saling sayang juga menghargai

Ya Robb,
Tetapkanlah pada diri ini, sebagai orang yang terus bersahaja begitu juga dengan istri, anak dan keturunanku, panjangkanlah usia kami dengan penuh taqwa juga iman
Tetapkanlah kami sebagai orang yang tidak pintar berbicara, tetapi menjadi pintar karena karunia 'ilmu' MU
Jauhkanlah ya Allah, dari sifat ketamakan, tidak jujur, juga tidak silau dengan dunia yang serba menipu ini
Jadikanlah ya Allah kami, anak dan keturunan kami sebagai orang yang selalu sabar, bersyukur serta mau mendoakan orang tua atau setelah kami meninggal nantinya.

Ya Robb,
Mudahkanlah segala bentuk urusan kami didunia ini
cukupkanlah rizky kami hanya untuk keperluan ibadah juga hidup kami
jauhkanlah dari siksa kubur, tetapi tambahkanlah nikmat kubur
jauhkanlah dari fitnah hidup, mati dan akherat nanti
rahmat dan ridhoi ya Allah urusan hidup dan akherat nanti
Mohon mampunan MU ya Robb
Engkau Maha Kuasa kepada setiap makhluk dan ciptaan MU
Engkau Maha Berdiri Sendiri dan tak satupun sekutu atas diri MU
Amin.

Lega sudah ya Robb, bisa sampaikan ini kepada MU
karena hati juga jiwa ini sudah teramat letih
juga hamba tidak lagi tahu harus berbuat apa kepada dirinya.

Karunia Allah (pahala) atas bacaan kita terhadap Al-qur'an
19 Maret 2010 15:57
Rasulullah saw, bersabda :
"...Dikatakan kepada orang yang suka membaca Al-qur'an, jika dia telah masuk ke surga, 'Bacalah dan naiklah'

Kemudian diapun membaca dan naik setiap ayat satu derajat hingga dia membaca ayat terakhir yang dia ketahui... "

Hadits Qudsi ; Ibnu Majah dalam Bab Tsawabu Al-qur'an Jus I, halaman 217
riwayat Abu Sa'id Al-Khudri
seluler
19 Maret 2010 15:58
Masih kuingat jelas,
pada selulermu : mas... aku pamit, 10.23 am
Arizona - USA, .... Uff !

Masih belum hilang kagetku
isak tangsimu jelas wakilkan seperti apa terpuruknya dirimu dan ini kau pertegas bahwa telah separuh hidup dan asamu terpenggal.

Aku hanya bisa diam dan dengarkan utuh ceritamu
seperti yang kau pesan, biarlah aku cerita semuanya mas....
uffs...

Hmm...
Pagi ini rasa kagetku kembali ada, begitu denger suara lembut selulermu
bahwa engkau masih belum mampu lupakan guratan warna birumu
dan aku hanya termanggu, serta kembali diam seperti kebiasaanku
untuk mendengar utuh semua ceritamu.

Quo Vadis
18 Februari 2010 8:05
Diantara diam mu
Apa yang kau kejar...?
tak ada ! hanya angan & harapan semu

Apa yang kau dapat...?
tak ada ! hanya kepedihan yang kian kentara
sosok yang kuharapkan buatmu
15 Februari 2010 9:44
Ingin kusampaikan kepada Kaum-Ku ...
bahwa betapa lembutnya dirimu
Sosok figur yang sederhana, juga smart
jauh dari kemanjaan karena tempaan hidupnya.

Yang terkadang lebih memilih diam dibanding riuh hatinya
Yang terkadang cuek dengan gaya tomboy nya

Aku ingin sampaikan kepada Kaum-Ku...
tentang dirimu.
hingga dia datang berikan sepotong mawar
untuk mewakilkan ketertarikan hatinya padamu

Siapapun nantinya '...dia...' itu tak penting rasanya,
yang utama adalah bagaimana kalian bisa samakan persepsi fikir, angan, dan keinginan
dari dua manusia yang berbeda.

Yang kuharapkan dia bisa menempatkan dirimu kepada hal yang semestinya
dia sosok yang santun, lembut kadang juga bisa tegas kepada dirimu
yang bisa melindungi dan membimbing kala engkau belum tahu
dia yang bisa memimpinmu kearah yang benar,
juga dia yang selalu ihlas berikan support saat kamu lemah atau saat merasa tidak yakin.

kesemua diatas
hidup kalian menjadi bisa lebih nyaman, indah, lebih bermakna
dalam hari kalian nantinya tak ada preasure
Ada iklim dan konsep saling menghargai, saling memahami
dengan demikian, diantara kesederhanaan kalian ada semacam kualitas hubungan
yang mengerucut saling seiring, itu harapanku.


dan pada akhirnya senyum yang sekian lama hilang itu menjadi ada karenanya, amin.
berangkatlah dan yakinkan dirimu, bahwa sesungguhnya dia sudah ada hanya belum waktunya.

Bahasa manusia jauh berbeda dengan kehendak Allah
Manusia cenderung cemas dan tidak sabar
Sedang Allah dalam memberikan karunia, selalu dalam pengkajian
apakah ini bermakna atau malah mencelakakan umat Nya
sedang yang kutahu persis Allah Maha Sayang kepada kita
melebihi sayangnya orang tua kita.

Jalani saja hidupmu, buang jauh keriuhan hati dan fikiranmu
tak usahlah menunggu dan menunggu seperti ini
lebih baek adalah memohon dan meletakkan harapan dengan sabar kepada NYA
ini hal prioritas yang harus dikedepankan dibanding urusan menyandarkan pada yang laennya.
mozaik mu
12 Februari 2010 16:26
saat seperti ini, yang bisa kurasakan
adalah begitu riuhnya hatimu
tak lagi tahu akan apa warna yang ada
sampai sampai aku juga ikutan tak tahu
harus gimana dan berbuat apa
untuk ringankan bebanmu

Kutahu persis, mozaik cintamu telah porak poranda tinggalkan kekecewaan yang cukup dalam, tinggalkan luka yang masih menganga bahkan hingga saat ini dan itupun terkadang masih tetes kan darah kepedihan.

Ketika mozaik itu kau punguti satu persatu
buliran air matamu menyertai lembut mungil tanganmu
untuk merangkai kembali sesuatu yang telah sirna
Ketika kau lalui malam-malammu ada sebersit harapan dalam hidupmu
semoga tak lagi mengharu biru

Kalo saja aku pada waktu dan kondisi yang berbeda
ingin aku bisa bantu dirimu, menata kembali tak peduli pada siang dan malamku
tujuanku cuma satu, ingin melihat kau mampu berdiri bersama mozaikmu
dan kemudian aku pergi bersama doa yang menyelimuti harimu.


18 Februari 2010 10:47


12 Februari 2010 13:03
masa kecilku
12 Februari 2010 11:21
aku terlahir dari sebuah keluarga yang sederhana, begitu juga dengan teman temanku.

Ayah pernah cerita kepadaku, saat aku kelas 3 SD
" ... Nak... yang Ayah punya sedikit, tak banyak
bahkan bisa dikatakan tak ada.
Ayah hanya bisa tinggalkan amanah buatmu
punyailah kemandirian, kejujuran dan sikapi hidupmu dengan kesederhanaan ..."

Sejak saat itu aku berusaha cukupi sendiri kebutuhanku,
mulai dari buku pelajaran dari hasil jualan kertas semen atau koran atau hasil memungut sisa panen padi atau kacang ijo sawah milik orang laen.

Mengingat masa kecil dulu, aku sering dibilang Ibu "...anak ayam..."
entahlah aku ga ngerti maksudnya apa, mungkin karena badungku yang ga pernah pulang ga' disiplin sebagaimana adik atau kakakku yang semuanya tertib pulang rumahnya.

Kakak dan Adik tidurnya sekamar, sedang aku lebih sering tidur di ruang tamu
sering juga aku kehabisan lauk makan karena ga tertibnya aku pulang saat jam makan
aku lebih sering mancing atau cari jamur atau apalah yang bisa kujadikan lauk, dengan begitu aku lebih enjoy juga mandiri, jadi bisa belajar masak tanpa dibantu Ibu.

Ini yang selalu kuingat saat dulu, dimana lauk makan abis
aku ga pernah protes karena itu memang salahku, karena keasyikan maen...
begitu kudapatkan meja makan dah pada kosong hanya sisa nasi, ga banyak bicara kutuangkan nasi, kugoreng brambang merah lantas kutaburkan diatas nasi lantas kusiram air termos sebagai kuahnya, untuk lebih afdolnya aku tebarkan bumbu masak ' sasa '
ueeenaaakk....tenan campur sambel bawang kesukaanku.

Hmm... mengingat masa kecil adalah penuh warna
Daerah mana pun udah hampir pernah kujelajahi terlebih saat aku libur sekolah
hunting anggrek hutan, mengenal gunung, mengenal petani atau tidur bersama mereka ikutan bakar batu bata.... jadi kangern aku sama aroma bakaran sekam itu.

Bila kusampaikan ini pada Ibu sekarang, tentu beliau akan tersenyum, nak.... aku selalu sayang pada dirimu (begitu juga aku Ibu).
Tentang Esok
15 Februari 2010 9:26
Hidup dan Hari Esokmu
Kau tak akan pernah tahu seperti apa warnanya
Kita ingin begini, ternyata begitu ...
Kita berharap 'A' ternyata adanya ' B '

Ade lupa kalo hidup ini ada yang berkehendak
Kalo hidup ini ada yang mengatur, kewajiban kita hanyalah menjalani itu semua dengan tetep bersandar akan kuasa DIA, tanpa itu keriuhan akan terus berdenyut di kepalamu.

Semua sudah diplot, si A begini dan si B begitu.... dengan rejeki dan kondisi yang sangat berbeda dan semua itu ujian darinya : "....siapa diantara ciptaanku yang paling bersyukur kepada Ku... ? " dan akan Aku berikan karunia yang lebih dari yang dia perkirakan bila dia mau bersyukur... dan ternyata ....
sangat sedikit umatku yang mau bersyukur kepada Ku..."

Kalaopun sekarang kegelisahan itu begitu kuat mencekam hingga kerelung sukma
juga ke kisi nuranimu, cepatlah berpaling dan sadarlah bahwa itu merupakan langkah yang sia sia...jangan sampai Qolbumu menjadi mati dan tertutup oleh kemurkaan Allah.

Smoga dirimu fahami akan hal ini,
moga segera diangkat kegelisahan mu, oleh Nya, juga dimudahkan segala bentuk urusanmu oleh Nya, ada ridho juga rahmat Nya, amin.
dan inilah sebagian kecil doa yang sering aku mohon kepada Nya, buatmu.

Kegelisahan yang menderu dan terus membayangi dirimu dari tahun ke tahun
sadarilah bahwa itu bentuk teguran buatmu, itu pelajaran Allah dan itu adalah karunia DIA kepadamu yang tidak diberikan kepada orang orang yang tidak dikehendaki Nya.

Ade...
moga ini bisa membuatmu tenang dan kembali berfikir normal sebagaimana norma ketentuan Allah.

Jalanilah hidup ini, dengan apa adanya, punyailah sikap, dan tidak ngambang ...
Perasaan ragu hanyalah sebuah kemunduran, sebuah kerugian yang akan terus ada pada dirimu.

Aku yakin, bersama waktu yang ada nantinya,
dirimu akan mampu berjalan tegap, kuat, tegar, dan bisa lebih realistis terhadap kehidupan yang seperti ini.
Pengalaman pahitmu telah mendidik dirimu, menjadi tahu ini dan itu.
itu modal pelajaran yang sangat berharga dan tak semua orang punyai karunia ini.

Tentang kekeliruan....
Manusia adalah gudangnya
Allah sendiri telah sampaikan dalam berbagai firman Nya : bahwa sesungguhnya manusia itu adalah golongan orang orang yang merugi dan rahmat serta ampunanku luasnya bagai langit dan bumi.

Saranku,
Janganlah terpaku hingga stag hanya karena masa lalumu
Bila engkau berharap semua tidak hilang dan sia sia, atau tak ingin jatuh
hanya kepada Allah lah guarantie itu adanya.

Aku pamit dulu ya de....
r o u t e l i v e
15 Februari 2010 9:25
De...
Hidup ini terus akan bergerak dan dirimu harus tetep maju, bila engga, kau tidak akan tahu warna laen dalam kehidupan ini.

Sebelum lanjutkan perjalanan, memang ada yang harus kita pertimbangkan ini dan itu, tetapi satu keputusan tetep harus dibuat. Tanpa itu hanya akan menjadi sebuah angan.

Keputusan yang kau buat haruslah terukur dengan kemampuan dan kapasitas dirimu, dan yang tahu persis hanya dirimu. Dengan kita tahu itu penyesalan tak kan lagi ada, hal bijak adalah kita harus bisa memaksimalkan langkah dan kesempatan yang ada. i hope you out growth them all.

Jalanlah, aku akan terus support dirimu.
meditation
15 Februari 2010 9:21

IA adalah awal dan azali, IA kekal tanpa batas
Dahi dahi pada tunduk juga lisan yang menyatakan ke Esa an Nya

IA menetapkan batas saat IA ciptakan mereka
dan IA menjauhkan segala sesuatu dari hal yang serupa dengan NYA

Khayalan tak dapat menduga NYA, baik dalam batas dan gerak, anggota badan atau indera.
Tak dapat dikatakan "dari mana...?? "
Tak ada batas waktu yang dapat disifatkan kepada NYA.

IA tersembunyi, tetapi tidak dikatakan "dalam apa"
IA bukan jasad yang dapat mati, tidak pula ditabiri hingga tertutup didalamnya.

IA tidak dekat pada sesuatu secara bersentuhan dan tidak pula jauh darinya secara terpisah.

IA mendahului setiap ujung dan batas dan IA jauh dari yang disifatkan orang kepada NYA, semua batas batas adalah dimaksudkan untuk ciptaan NYA.

2 komentar:

  1. panjang nian permenungan ini, semoga kesabaran dan kelapangan hati ada pada kita semua, sobat :)

    BalasHapus
  2. dari semua renungan cerita yang di atas cuma satu yang masuk di hati dan pikiran ku.. sahabat.. yaitu: pesan dan amanat seorang ayah..., agar selalu hidup dalam kesederhanaan.. tapi itu semua..atas izin yang maha kuasa ALLAH SWT..

    BalasHapus